Jalur Pendakian Gunung Prau

Jalur Pendakian Gunung Prau – Jawa Tengah memiliki sejumlah tempat khusus untuk melihat panorama matahari terbit sekaligus matahari terbit. Mereka semua sangat cantik dan menawarkan pesona yang berbeda. Namun, ada satu tempat di Jawa Tengah yang selalu menjadi tujuan. Di sana keajaiban matahari terbit disebut yang terbaik.

Ada Gunung Prau. Terletak di kawasan Dataran Tinggi Dieng, gunung ini dianggap memiliki pesona emas terbaik saat matahari terbit. Mengapa tidak, matahari terbit dari tempat tidur memenuhi pemandangan yang begitu membosankan. Tak heran jika gunung dengan ketinggian 2.565 meter di atas permukaan laut ini menjadi tempat terbaik untuk menyaksikan matahari terbit.

Jalur Pendakian Gunung Prau

Secara administratif, Gunung Prau terletak di lima kabupaten, sekaligus berbatasan dengan lima kabupaten. Yakni Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Temanggung. Ada enam kamp resmi untuk mendaki Gunung Prau: Dieng, Pathakbanteng, Kalilembu, Dwaravati, Wits, dan Base Camp Igirmanak.

Gunung Prau: Tiket & 5 Jalur Pendakian September 2022

Namun dari base camp tersebut, jalur pendakian Pathak Banteng adalah yang paling populer. Pasalnya, jalur pendakian Gunung Prau dari Pathak Banteng jauh lebih pendek dibandingkan jalur lainnya. Selain itu, jalur Pathak Banteng lebih dekat dengan puncak Gunung Prau.

Pendaki hanya membutuhkan waktu 2 hingga 2,5 jam untuk mendaki Gunung Prau melalui Jalur Pathak Banteng. Jalan tertutup cukup pendek, sekitar 4 km. Jika Anda mengambil rute lain, mungkin diperlukan waktu lebih dari tiga hingga empat jam karena rutenya memutar.

Seperti namanya, Base Camp Pathak Banteng terletak di Jalan Dieng, Desa Pathakbanteng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Lokasinya tidak jauh dari pintu gerbang penyambutan ke Dataran Tinggi Dieng. Dari arah Wonosobo, base camp berada di sebelah kanan setelah gerbang. Di sisi lain, jika Anda datang dari Banjarnegara, base camp berada di sebelah kiri di luar gerbang.

Fasilitas di Base Camp Pathak Banteng cukup lengkap dan menjamin kenyamanan saat mendaki. Akomodasi, persewaan perlengkapan outdoor, stand makanan, toko suvenir dan mini market juga tersedia. Warga sekitar juga menyediakan toilet dan kamar mandi yang dilengkapi dengan pemanas air.

Eps. 6] Kejutan Di Jalur Pendakian Gunung Prau (ft. Alfan & Aldo)

Sebelum mendaki, setiap pengunjung harus mengurus tiket pendaftaran pendakian sebesar 15 ribu rubel per orang. Selain mendapat tiket, pendaki biasanya mendapatkan peta sebagai panduan dan kantong sampah. Juga di base camp, pejalan kaki dapat memeriksa kembali perlengkapan dan perlengkapan “puncak” mereka.

Ada beberapa aturan yang harus dipatuhi pendaki saat mendaki Gunung Prau, terutama di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Pendaki harus benar-benar memperhatikan protokol kesehatan. Misalnya, memakai masker setiap saat, menjaga jarak sosial saat mendaki, mencuci tangan dengan bersih, dan menjaga suhu tubuh tetap normal atau di bawah 37,3 derajat. Pembersih tangan juga wajib.

Ada beberapa pantangan saat mendaki Gunung Prau. Misalnya membuang sampah sembarangan, masuk tanpa izin, menyalakan api, tidak memungut sampah dan menebang pohon. Jika kecerobohan dilanggar, bersiaplah menghadapi sanksi berupa penanaman pohon pucuk.

Selain itu, ada larangan lain yang masih sering dilupakan. Pendaki gunung tidak diperbolehkan memakai pakaian basah di atas gunung. Jika sudah membawa tisu basah, pendaki bisa meninggalkannya di base camp dan kemudian membawanya dalam perjalanan menuruni gunung.

Jalur Pendakian Gunung Prau Dan Asal Mulanya

Setelah semuanya siap, saatnya mendaki. Jangan lupa berdoa terlebih dahulu agar dia selalu memberikan kemudahan, kemudahan dan pulang dengan selamat. “Ujian” pertama dalam perjalanan menuju Gunung Prau dengan Pathak Banteng adalah menaiki tangga menuju rumah warga. Jalannya tidak terlalu panjang, tapi cukup untuk pemanasan.

Setelah melewati desa, ia melanjutkan jalan, memasuki ladang petani, dan kemudian di sepanjang jalan makadam. Jejak perlahan mulai menanjak hingga terasa hingga mencapai Pos 1 Siku Dewo. Kantor Pos 1 biasanya memiliki petugas yang memeriksa tiket serta boarding.

Trek selanjutnya lagi di ladang penduduk. Meski ada sedikit “pendakian”, ada lebih banyak bonus berupa landai dan warung makan. Ya, ada banyak kios di sepanjang jalan menuju Pos 2 Kanggal Valangan. Selain sebagai tempat untuk mengisi perut, juga sebagai tempat untuk beristirahat. Tak lama, saya tiba di Kantor Pos 2.

Anda tidak perlu terburu-buru untuk sampai ke Post 3 Worms. Pendaki bisa beristirahat di area Pos 2 yang cukup luas. Hitung semua energi sebelum menginjak pilar ke-3. Karena pendakian yang sebenarnya akan segera dimulai.

Jalur Pendakian Gunung Di Indonesia Yang Sepi & Jarang Dijamah Pendaki

Ya, jalan setapak dari posisi 2 ke posisi 3 lebih curam dengan jalur penuh akar. Perhatikan langkah Anda agar Anda tidak berjalan. Jangan sungkan untuk beristirahat atau istirahat sejenak, karena jalur pendakian akan membuat kaki Anda lebih cepat sakit. Nikmati angin sepoi-sepoi dari kawasan hutan pinus yang lebat sambil meregangkan kaki.

Jalur terjal akan berlanjut ke titik 4 Plawangan. Perbedaannya adalah tidak ada lagi jalan yang dipenuhi akar dan pemandangan hutan. Namun, diubah menjadi tangga, yang memudahkan para pendaki. Lanskap hutan berubah menjadi jalur terbuka. Dari sini, para pendaki bisa melihat keindahan kawasan Dieng dan Telaga Varna yang terlihat seperti oase dari ketinggian. Akan lebih istimewa lagi jika langit berwarna biru jernih.

Pendaki bisa bersukacita jika mereka mulai menemukan bunga aster berwarna-warni. Ini berarti bahwa area kamp semakin dekat. Cukup melangkah dan Voila, hamparan luas Puncak Prau menyambut Anda. Trekker bisa langsung mendirikan tenda di Sunrise Camp.

Temukan tempat terbaik untuk mendirikan tenda Anda. Anda ingin berada di balik bukit dengan pepohonan yang rimbun untuk menghindari angin malam. Atau buka, tapi bisa langsung melihat ke Sindoro dan Gunung Sumbing. Kedua tempat ini sama-sama bermanfaat.

Jalur Pendakian Gunung Prau Via Kalilembu

Setelah berkemah malam, bangun lebih awal untuk menyaksikan matahari terbit. “Pertunjukan” alam ini bisa disaksikan mulai pukul 05:00 WIB. Pada awalnya, para pendaki disuguhkan lautan awan di depan mata mereka, Sindoro yang berani dan Gunung Sumbing.

Kemudian, sedikit demi sedikit, rona kuning muncul dari ufuk timur, yang berangsur-angsur berubah menjadi emas. Matahari siap terbit dan menjadi terang dunia. Ke Gunung Merap, Gunung Merbabu, ke Gunung Lo. Suasana magis ini membuat pendakian Gunung Prau ketagihan. Mereka yang pernah ke sana, betapapun lelahnya mereka dari pendakian, akan selalu ingin kembali.

Tambahkan apakah wisatawan mendaki Gunung Prau saat cuaca cerah. Misalnya, dari Juli hingga September. Saya pasti ingin menunda dan datang dengan enggan. Karena langit terlihat sangat biru. Berbeda dengan suasana perbukitan yang hijau, di musim kemarau berubah menjadi kuning.

Dengan segala keindahan ini, yakin tidak ingin mendaki Gunung Prau sekali seumur hidup? Tentu saja, Gunung Prau juga ramah bagi pendaki pemula. Jadi kalau mau mendaki Gunung Pro ikuti protokol kesehatan ya? (Supporter) Pada artikel-artikel sebelumnya, kita sudah sering membahas Gunung Prau karena memang banyak pendaki pemula dan senior yang mengagumi gunung di Dieng ini. Maka tak heran jika banyak cerita para pendaki yang berbagi pengalaman di gunung tersebut. Prau, baik misterius dan mengasyikkan, tersesat, dll.

Opentrip 3d2n Gunung Prau By Travel Buddies Harga Promo

Jika Anda ingin mendaki Gunung Prau, tentukan terlebih dahulu jalur pendakian yang akan Anda gunakan, karena ada 6 jalur pendakian di Prau. Salah satunya yang akan kita bahas kali ini, sebenarnya jalur ini bukanlah pilihan utama dan favorit para pendaki, kebanyakan menggunakan jalur Pathak Banteng atau Wits. Namun tak kalah bagusnya adalah jalur pedestrian Dvorovati yang menyuguhkan pemandangan luar biasa. Tidak percaya? Simak ulasannya.

Lanskap Dieng terlihat menarik. Alam pegunungan, banyak sawah di lereng terlihat indah tersembunyi dalam kabut. Panorama ini bisa dinikmati di awal pendakian melalui jalur Dvorovati.

Mendaki Gunung Prau melalui jalur Dvorovati, medannya umumnya berupa tanah berundak yang sama. Meski aman, pastikan sepatu Anda tidak licin dan selalu berhati-hati.

Jika beruntung, Anda mungkin menjumpai burung-burung yang tampak tenang dan mencari makan selama perjalanan. Mereka terlihat tidak mencolok, meskipun ada pejalan kaki yang berjalan di dekatnya. Pastikan Anda tidak mengganggunya saat bertemu dengannya.

Peraturan Pendakian Gunung Prau Selama New Normal

Saat Anda mendaki Gunung Prau, Anda akan menemukan jalan setapak di mana Anda bisa melihat akar-akarnya terjalin. Jalan ini disebut akar cinta. Saat Anda di sini, perhatikan langkah Anda agar Anda tidak tersandung saat berjalan

Selesai di posisi kedua, terkadang pemandangan yang ditawarkan adalah pegunungan. Terkadang Anda bisa melihat Gunung Sindoro-Sambing di kejauhan

Saat mendaki Gunung Prau, bukan hanya pemandangan pegunungan dan awan yang bertebaran yang jual. Belum sampai puncak, awan yang bertebaran bisa terlihat saat kamu berakhir di posisi 2.

Puncak Gunung Pro menawarkan panorama awan yang bertebaran yang dicari oleh para pendaki gunung. Anda dapat menangkap foto panorama di atas.

Jalur Pendakian Gunung Prau Via Dieng

Jika ingin berkemah, pendaki bisa menuju Danau Wurung. Lanjutkan ke atas bukit sehingga Anda bisa melihat panorama indah Sindoro dan Gunung Sumbing saat cuaca cerah. Gunung Prau adalah sebuah gunung 2.565 meter di atas permukaan laut yang terletak di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Gunung Prau terletak di antara tiga wilayah: Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal dan Kabupaten Wonosobo. Seperti namanya, Dataran Tinggi Dieng memiliki cukup banyak gunung dan bukit yang menjulang berdampingan dengan Gunung Prau. Disebut Prau atau Perahu dalam bahasa Indonesia, gunung ini berbentuk seperti perahu bersama dengan gunung-gunung kecil seperti ombak lainnya. Sobat, kali ini saya akan menjelaskan secara detail Gunung Prau via Dieng Kulon atau bisa disebut Jalur Pendakian Base Camp Dwaravati.

Bagi teman-teman yang berdomisili di Jawa Barat melalui Dieng Kulon atau bisa disebut Base Camp Dwarawati untuk menuju Gunung Prau bisa menggunakan kereta api Jakarta-Purwokerto. Sesampainya di Stasiun Purwokerto, sobat bisa naik angkot menuju Terminal Wonosobo dan melanjutkan perjalanan dengan minibus menuju Dieng, atau bisa naik bus Jakarta – Wonosobo dan dilanjutkan dengan minibus menuju Dieng. Setelah naik minibus menuju Tempat Wisata Dataran Tinggi Dieng, kita turun di Tempat Wisata Candi Dvaravati. Base Camp Dwaravati terletak di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara.

Baik untuk teman Jawa

Pendakian prau, jalur pendakian gunung batur, jalur pendakian gunung gede, jalur pendakian gunung rinjani, jalur pendakian prau, jalur pendakian gunung raung via kalibaru, jalur pendakian gunung prau via dieng kulon, peta jalur pendakian gunung semeru, jalur pendakian rinjani, jalur pendakian gunung bromo, jalur pendakian gunung prau dieng, paket pendakian gunung prau

Leave a Reply

Your email address will not be published.