Pendakian Gunung Tampomas

Pendakian Gunung Tampomas – Halo teman-teman… Buat kamu yang hobi hiking, tidak ada salahnya mencoba mendaki Gunung Tampoma di Sumedang. Tampoma adalah gunung berapi yang termasuk dalam kategori stratovolcanoes (gunung berapi berbentuk kerucut yang terdiri dari lava dan abu yang memadat), pada ketinggian 1.684 meter. Terletak di utara Samuidang, termasuk dalam kawasan Taman Wisata Alam Gunung Tampoma. Gunung ini dikelilingi oleh 5 kabupaten: Cimalaka, Paseh, Conggeang, Buahdua dan Tanjungkerta.

Puncak Tampoma disebut Sangiang Taraje oleh penduduk setempat, dan dari puncaknya ada pemandangan indah kota Sumedang dan sekitarnya. Di puncak gunung terdapat kawah dan bebatuan hitam besar, dan sekitar 200 meter di utara puncak Sangiang Taraje terdapat makam bernama Pasarean, yang diyakini sebagai petilasan Prabu Siliwangi. Selain keindahan alamnya, gunung ini juga dikenal dengan pesona magisnya, yang berarti semakin banyak minat untuk mencapai puncak.

Pendakian Gunung Tampomas

Kawasan Hutan Tampoma memiliki flora dan fauna yang sangat beragam seperti siamang, lutung, kera, kecoa, berbagai ular dan burung. Tumbuhan seperti Jamuju, Rasamala dan Saninten. Selain flora dan fauna, gunung ini berisi situs sejarah kerajaan Padjadjaran kuno, dan beberapa situs arkeologi telah ditemukan di Gunung Tampoma.

Tiga Pendaki Tewas Di Gunung Tampomas Sumedang Diduga Berasal Dari Indramayu, Begini Kata Tim Sar

Menikmati keindahan alam pegunungan dan desa Samuidang dari puncak gunung sangatlah luar biasa, sehingga sayang sekali jika berkunjung ke Samuidang tanpa mengunjungi objek wisata alam ini.

Ada beberapa jalur trekking untuk mencapai puncak Gunung Tambom yaitu Narimbang, Cibureum dan Buahdua. Saat ini, salah satu jalur yang paling banyak digunakan para pendaki adalah jalur Narimbang yang meliputi mata air dan Air Terjun Ciputrawangi yang terkenal di stasiun pendakian Narimbang.

Saat menuju puncak Gunung Tampoma, bawalah perbekalan yang cukup dan jangan membuang sisa makanan agar tetap bersih. Persiapkan fisik dan mental karena Anda akan melewati beberapa lereng yang cukup sulit, terutama ketika Anda sampai di puncak, ada banyak batu dan Anda bisa tergelincir jika tidak hati-hati. Berdiri di atas Sangiang Taraje pada ketinggian 1684 meter di atas permukaan laut adalah pengalaman yang berharga dan semua rasa lelah akan terbayar saat Anda mencapai puncak dan menikmati pemandangan gunung yang indah. Siapa yang tidak tahu bahwa Gunung Tampoma, gunung tertinggi di Kabupaten Sumedang, selalu menjadi tempat yang bagus untuk didaki. Mendaki gunung untuk pertama kalinya masih merupakan pengalaman.

Gunung Tampoma berada pada ketinggian 1.684 meter di atas permukaan laut dan berada di dalam kawasan Taman Wisata Alam (TWA) yang luasnya kurang lebih 1.074 hektar. Bahu Gunung Tambom disebut Sangiang Taraje.

Pendaki Asal Amerika Tewas Di Gunung Batur

Panjat tebing adalah kegiatan yang sebagian orang gunakan untuk penyembuhan karena diyakini bahwa berada di alam membuat tubuh dan jiwa kita tenang dan damai.

Pencinta alam wajib mendaki gunung tertinggi di Sumedang. Lihat keindahan yang ditawarkan alam.

Lokasi Gunung Tambom berada di beberapa kecamatan seperti Buah Dua, Congeang, Sindang Kerta dan Cibeureum di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Bagi yang datang dari Bandung, jalur menuju Gunung Tambom mengalihkan kendaraan ke Sumedang. Kemudian lanjutkan perjalanan ke Cibeureum Wetan hingga sampai di Cimalak.

Ini Dia Daftar Gunung Yang Ada Di Pulau Jawa

Jarak yang ditempuh kurang lebih 53 kilometer dan kondisi jalan bervariasi. Atau Anda bisa menyewa angkot atau semacamnya dan membawanya ke Pos Gunung Tampomas.

Gunung Tampoma pada dasarnya buka 24 jam sehari, namun pendakian harus dilakukan hingga matahari terbenam. Hal ini karena hal-hal yang tidak diinginkan harus dihindari.

Tidak ada fasilitas di sekitar Gunung Tampoma, semuanya tetap asri dan alami. Siapkan logistik dan kebutuhan Anda untuk Gunung Tampoma dan jangan sampai ketinggalan.

Gunung Tampoma adalah salah satu gunung berapi aktif di Indonesia dan terkenal dengan jalur pendakiannya yang mudah dan aman.

Tampomas 3 Rasa

Jalur pendakian Gunung Tampoma mudah diakses, cukup ikuti jalur yang ada. Seperti pendakian gunung pada umumnya, Anda akan menikmati pemandangan pepohonan yang rimbun.

Sepanjang perjalanan, Anda akan menemukan kawah Gunung Tampoma yang diselimuti semak belukar, namun bau belerangnya cukup menyengat.

Waktu terbaik untuk mendaki Gunung Tampoma adalah di pagi hari, jika terlambat udara panas akan menemani Anda, terlambat dan Anda akan menemukan kabut.

Waktu tempuh untuk akhirnya sampai di puncak Gunung Tampoma atau Sangiang Taraje begitu orang menyebutnya memakan waktu sekitar 4 jam. Itu tergantung seberapa cepat Anda berjalan, serta kekuatan fisik masing-masing pendaki.

Lokasi Pengibaran Merah Putih, Mulai Dari Puncak Gunung Hingga Perbukitan

Puncak bukit menawarkan pemandangan Samuidang yang indah dan suasana semakin meriah saat sore berganti malam. Anda akan ditemani kabut tipis hingga tebal, jadi pastikan untuk membawa jaket atau pakaian hangat.

Kelelahan dari berjalan terbayar dan pertarungan benar-benar tidak membuahkan hasil. Nikmati berkemah di puncak Gunung Tampoma dan jangan lupa untuk mengambil beberapa foto yang bagus.

Oh ya, Gunung Tampoma memiliki beberapa batasan, yaitu tidak ada petasan atau gitar. Saya khawatir akan mengganggu satwa liar yang hidup bebas di kawasan hutan.

Dari puncak Gunung Tampoma di pagi hari, Anda akan melihat matahari terbenam yang indah ditemani cahaya pagi yang hangat.

Gunung Tampomas, Keindahan Gunung Tertinggi Di Sumedang

Selain keindahan alamnya yang tidak diragukan lagi, Gunung Tampoma merupakan rumah bagi legenda dan mitos yang sudah ada sejak dahulu kala.

Menurut saksi ada dua kali makan yaitu patilasan dan Prabu Siliwangi dari Dalem Samiaji.

Ada juga cerita bahwa di puncak Gunung Tampoma adalah kuburan orang pertama yang mendaki gunung.

Prabu Sokawayana adalah namanya, putra dari Guru Haji Adji Putih kedua. Ia kemudian mendirikan Medang Kahiyangan atau Tempat Ngahiyang atau Tilem.

Tewas Di Tampomas, 3 Pendaki Sempat Izin Tur Ke Orang Tuanya

Legenda lain terkait dengan asal usul nama Tampoma, yang diyakini terdiri dari dua kata, Tampo dan Emas. Tampo atau Tampi berarti penerimaan dan emas adalah logam mulia.

Legenda mengatakan bahwa pada zaman dahulu, gemuruh kawah gunung tertinggi di Sumedang membuat semua penduduk gemetar ketakutan.

Su Mei kemudian bermeditasi sebagai kepala bupati saat itu, berusaha mencari cara terbaik untuk menghadapinya. Akhirnya datanglah wangsit, atau petunjuk baginya untuk membuang pusaka emasnya ke dalam kawah.

Ditemani oleh beberapa warga, ia akhirnya mencapai celah gunung dan membuang warisan emasnya. Dengan izin Yang Mahakuasa, auman itu berangsur-angsur menghilang.

Gandawesi Di Gunung Tampomas

Inilah sebabnya mengapa gunung itu akhirnya dinamai Gunung Tampoma. Dengan kata lain, gunung warisan emas. Beberapa orang juga menyebutnya Mont Gede dan Mont Gree.

Jadi, bagi yang ingin mendaki Gunung Tampoma, mari jaga kebersihan dan keindahan kawasan sekitar gunung. Jangan menyakiti atau mengganggu tumbuhan dan hewan yang hidup bebas di sekitar pegunungan. Gunung Tampoma terletak di bagian timur laut Samuidang (480 meter di atas permukaan laut), sebuah kota yang terkenal dengan tahu yang lezat (tahu goreng), mudah diakses dengan transportasi umum dari Bandung. Meskipun bukan raksasa dalam hal ketinggian, Tamboma adalah pendakian yang mudah dan menyenangkan, ideal untuk awal musim atau pemanasan untuk jalan yang lebih sulit, dengan pemandangan yang sangat bagus dari puncak sebagian besar puncak utama View West. Jawa.

Selain kemungkinan asal usul nama gunung yang diberikan di akhir artikel, ada yang mengatakan itu berasal dari kata “gunung tanpa emas” atau “tampah Emas” yang berarti “gunung tanpa emas”. Meskipun Gunung Tampoma tidak memiliki emas, lereng bawahnya di sisi selatan Cibeureum Kulon tidak diragukan lagi ditambang untuk beberapa jenis batu.

Inilah salah satu alasan mengapa jalur Narimbang (dari timur laut) lebih bagus daripada jalur Cibeureum (dari selatan), tetapi cara terbaik adalah naik satu sisi dan turun ke sisi lain, kami berharap transportasi dipesan dari sisi lain untuk datang dan mengambil. Kedua rute memakan waktu sekitar 3 jam naik dan 2 jam turun.

Mengulik Pesona Wisata Sumedang Yang Tak Hanya Sekadar ‘tahu Sumedang’

Rute dari Narimbang dimulai dari dekat desa Conggeang di air terjun Ciputra Wangi (599m), yaitu posisi 1. Dari rambu, warung dan jalan tol menuju puncak bukit berbelok ke kiri menuju lereng. Sebelum mencapai Warung yang menyenangkan di Pos 2 (Pasir Seleh, 1.029m), ada jalan datar terbuka (945m). Anda harus dapat mencapai titik ini hanya dalam waktu 1 jam. Jika kondisinya cerah, ini adalah tempat yang tepat untuk menikmati kopi dan makanan ringan, dan Anda bahkan dapat melihat sesekali pesawat mendarat di Bandara Internasional Jawa Barat yang baru di dekat Majalengka. Pasangan yang tinggal di sini menanam pisang, bawang, paprika, dan pepaya.

Selanjutnya Anda dapat melihat pepohonan di sebelah kanan jalan setapak di puncak datar Tambom, masih cukup jauh. Satu atau dua lintah dapat ditemukan di bagian gunung ini selama kondisi basah, tetapi mereka tidak terlalu umum. Pos 3 (1.209m) adalah landmark berikutnya yang disebut Batu Kukus, mungkin karena kelompok batu terbesar secara samar-samar menyerupai kapal uap. Cuaca buruk, batu ini pasti akan memberikan perlindungan dari hujan. Pada bulan Maret 2019, 3 remaja pendaki dari daerah Indramayu meninggal secara tragis akibat cuaca buruk di daerah ini, sebuah tragedi yang mudah dihindari, apalagi mengingat kedua jalur gunung itu pendek.

Posisi 4 (1.491m) adalah Awi Kereteg, persimpangan antara Narimbang

Pendakian gunung, info pendakian gunung merapi, pendakian gunung ijen, jalur pendakian gunung papandayan, alat alat pendakian gunung, pendakian gunung raung, pendakian gunung batur, pendakian gunung batur bali, pendakian gunung bromo, pendakian gunung rinjani, jalur pendakian gunung batur, jalur pendakian gunung tampomas

Leave a Reply

Your email address will not be published.