Toko Sepatu Di Pontianak

Toko Sepatu Di Pontianak – Hai Pontianak – Antusiasme pembeli barang lelang atau barang bekas di Pontianak, khususnya sepatu bekas asli, meningkat drastis sepanjang bulan Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh penjual barang bekas di Toko Bundle Lero Pontianak.

Uray Meizar, penjual sepatu original bekas, mengatakan penjualan sepatu bekas lebih meningkat pada penjualan online dibandingkan penjualan offline. “Ramadhan ini alhamdulillah ratusan PC terjual secara online maupun offline. Antusiasme pembeli online lebih dominan dibandingkan pada pertengahan atau akhir Ramadan, pembeli online khususnya di luar wilayah Pontianak lebih mementingkan anggaran pengiriman”, Meizar say hi! Pontianak, Senin (3/6) .

Toko Sepatu Di Pontianak

“Nah ini yang ditakuti pembeli online, sampai barang tidak sesuai dengan tujuan yang diinginkan, nah buat yang offline alhamdulillah sudah tengah malam, insyaallah semangatnya lebih membara, mereka langsung ke tokonya,” jelasnya.

Ibu Ibu Di Pontianak Rela Berdesak Demi Dapatkan Barang Diskon

Ia menambahkan, sepatu original lainnya yang paling banyak dicari konsumen tahun ini adalah sepatu merek Vans Slip On, dengan seri yang berbeda. “Yang paling laris tahun ini adalah Vans Slip On, paling cepat laris, peminatnya luar biasa,” ujarnya.

Apa yang hebat tentang berbelanja barang bekas adalah bahwa kesepakatan dapat dibuat. Meizar juga mengatakan menjual berbagai macam sepatu bekas original dengan harga relatif mulai dari Rp. 350.000 sampai Rp. 500.000, sesuai dengan kondisi dan rangkaian barang.

“Yah, kita tidak bisa menetapkan harga tetap untuk barang bekas, karena barang bekas itu tergantung mood kita, mau renegosiasi atau tetap dengan harga bersih yang kita tetapkan, setiap orang akan berbeda dari segi harga.” (Hp8) Hai Pontianak – barang bekas atau barang bekas alias pelelangan, hingga saat ini masih sangat diminati oleh masyarakat Pontianak. Selain murah dan dalam kondisi bagus, pelelangan juga digemari karena terkenal barang bermerek, mulai dari sepatu, tas, baju, celana bahkan topi.

Barang lelang, bahkan sering didatangkan dari luar negeri. Jika itemnya limited edition, atau model lama atau item vintage, pasti diincar banyak orang.

Pekan Ini, Sepatu Bata Diskon Hingga 70 Persen

Oleh karena itu, di Kota Pontianak, pelelangan merupakan sarana untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup dan memiliki nilai ekonomis bagi para pelaku bisnis.

Seperti Uray Meizar yang menjalankan bisnis penjualan barang bekas yang juga dikenal dengan pelelangan. Meizar mengaku senang membeli dan mengoleksi perangko bekas sejak tahun 2000.

Dia kemudian tertarik untuk menjual di pelelangan ketika teman-temannya mulai menawar koleksinya. Saat itu, Meizar tergiur menjual barang bekas dan memulai bisnisnya di media sosial.

“Karena sumbernya di Kalbar, sayang kalau tidak dipakai. Lelang atau barang bekas, kita tidak bisa bilang sampah. Terserah kita yang memilih. Bahkan sebagai pemain, kita harus memilihnya. tahu merek-merek yang sedang tren sekarang,” kata Meizar kepada Hi! Tim vampir, Senin (25/3).

Lamington Pontianak Restaurant, Pontianak, Jalan Jenderal Ahmad Yani No.116 Bangka Belitung Laut

Pemilik akun Instagram @bundle_lero memulai bisnisnya pada tahun 2015 dan kini memiliki outlet offline di Jalan Padat Karya, Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat. Masih ada peminat barang bekas. Tidak hanya di Kalimantan, pembeli dari Jakarta, Jawa, NTB, Bali, di Jayapura juga sering berbelanja dengannya.

Penikmat barang bekas di wilayah Jawa juga mengatakan bahwa Pontianak merupakan pelopor barang bekas, setelah pulau Sumatera, ujarnya.

Pembeli barang bekas sendiri menyukai barang bekas agar sesuai dengan gaya hidup mereka. “Selain harganya murah, saya suka cari barang bekas karena kualitasnya terjamin. Kalau beruntung bisa dapat yang original dan branded. Sekarang banyak yang dijual online. Gak usah capek-capek, asik ngeliatnya,” ujar Putri Husna yang kerap menghabiskan waktu belanja baju bekas.

Hal senada juga diungkapkan Arnold Iskandar, seorang penggila barang bekas. “Perbedaan harga antara barang baru dan bekas cukup lebar. Bisa setengah harga, bahkan lebih. Situasinya masih bagus. Kalau beruntung, kita bisa mendapatkan merek mahal, bahkan masih tanda. . ( harga)”, kata Arnol.

Bertemu Wakil Ketua Dprd Pontianak, Ini Harapan Perkumpulan Pemadam Kebakaran Suwignyo

Intinya, tambah Arnold, untuk memulai toko atau thrift store, kita perlu mengetahui mereknya terlebih dahulu. “Sudah sepuluh tahun saya pakai atau beli barang lelang. Jadi sudah tahu mereknya. Misalnya kalau kita beli baju Uniqlo, kalau kita beli sekitar Rp 50 ribu bisa dijual Rp 120 ribu. biaya baru sekitar 400 ribu lebih. Untuk Bape, bisa lebih mahal. Jaket outdoor seperti Columbia juga laris,” jelasnya.

Meizar, ternyata dia punya strategi sendiri untuk menjual barang bekas. “Barang-barang lainnya disterilkan dari awal, disemprot dengan zat antibakteri. Jadi semua Lelang baunya sama. Baunya seperti obat. Nah, prediksi lagi, kita cuci. Salah satu trik pasar adalah pembeli yang melakukannya. tidak lagi ragu-ragu, kapan barangnya wangi dipakai,” pungkas Meizar. (hp8) WARTA PONTIANAK – Sepatu merupakan salah satu jenis sepatu yang kini menjadi kebutuhan banyak orang mulai dari bekerja hingga waktu senggang. Kesempatan ini dilihat oleh Ferry Pratama, pemilik usaha Dimensia Second Shop yang merupakan toko yang menjual sepatu bekas berkualitas.

Menurut Feri, ia sudah berjualan sepatu bekas sejak tahun 2016 dengan membuka toko di rumah dan melayani pembelian secara online.

“Pada dasarnya kami mulai berjualan dan mengoleksi bola bola pada tahun 2016, mulai berjualan dari rumah ke toko di rumah dan online sampai sekarang,” kata Feri.

Foot Locker Hadir Di Kota Bandung, Sneaker Premium Limited Edition Jadi Incaran

Feri mengungkapkan semua sepatu bekas yang dijual di Dimensia Second Shop memiliki kualitas yang baik.

“Dulu kami menjual sepatu dengan kondisi berbeda, malah menumpuk di gudang karena banyak yang rusak, jadi kami memilih menjual sepatu dalam kondisi baik dengan persentase sekitar 85 hingga 95 persen, dan terkadang ada juga yang dalam kondisi seperti baru. ,” kata Feri.

Menurut Feri, Dimensia Second Shop menjual berbagai merek sepatu dan sepatu basket dari Thailand. Harga yang ditawarkan pun bervariasi mulai dari Rp220.000 hingga Rp750.000.

– Mungkin untuk sepatu dengan penjual lain kurang lebih sama, tapi untuk harga masih bisa kita atur, kata Feri.

Jual Sepatu Badminton Pria

Feri menambahkan, pelanggan Second Shop Dimensia kini datang dari berbagai daerah di Indonesia seperti dari pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Papua. Dan dari bisnis ini, Feri bisa mendapatkan keuntungan 20 hingga 30 juta per bulan.

“Dulu modal awal kita hanya seratus ribu, pokoknya setiap kita mendapat untung langsung kita keluarkan untuk dijual, jadi sekarang kita bisa mendapatkan omzet 20 sampai 30 juta sebulan, walaupun belum pasti karena dari Covid – situasinya,” kata Feri.

Menurut Feri, di pertengahan Ramadhan 2021 banyak sekali promo menarik dari Dimensia Second Shop, dan bagi pelanggan yang bisa menunjukkan barang tersebut pada saat pembelian akan langsung mendapatkan diskon 10 persen.

Untuk informasi lebih lanjut, lihat Instagram, @dimensiasecondshop atau di Shopee dan Bukalapak: Dimensia Secondshop dan di Tokopedia: Warung Bekas Hafizh. Atau bisa langsung ke Toko Dimensia Second Shop di Jalan Ujung Pandang 2 Pontianak, Prov. Kalimantan Barat.***

Berburu Barang Branded Murah Di Thrift On The Road Pontianak, Ada Lv Dan Dior

Toko furniture di pontianak, toko karangan bunga di pontianak, toko furniture murah di pontianak, toko bunga plastik di pontianak, toko bunga di pontianak, toko laptop di pontianak, toko sepatu vans di pontianak, toko sepatu pontianak, toko sepatu olahraga di pontianak, toko laptop murah di pontianak, toko bunga hidup di pontianak, toko kimia di pontianak

Leave a Reply

Your email address will not be published.